Sejarah Musik oleh Bambang Tjahjar

Musik ditemukan di setiap budaya, baik masa lalu maupun masa kini, menyesuaikan antara waktu dan tempat. Karena semua orang di dunia, termasuk kelompok suku yang paling terisolasi pun memiliki bentuk musik, dapat disimpulkan bahwa musik mungkin telah hadir di leluhur manusia sebelum penyebaran manusia di seluruh dunia. Akibatnya, musik mungkin telah ada selama setidaknya 55,000 tahun dan musik pertama mungkin telah ada di Afrika dan kemudian berkembang menjadi bagian dasar dari kehidupan manusia.

Budaya musik ini dipengaruhi oleh semua aspek-aspek lain budaya tersebut, termasuk sosial dan organisasi ekonomi, iklim, dan akses ke teknologi. Emosi dan ide-ide yang diungkapkan musik tersebut, situasi di mana musik dimainkan dan didengarkan, dan sikap terhadap pemain musik dan komposer semua bervariasi antara daerah dan periode. "Sejarah musik" merupakan sub-bidang musikologi yang berbeda dan sejarah yang mempelajari musik (terutama seni musik Barat) dari perspektif kronologis.

Musik Mesir mulai tahun 2000 SM)

Sejarah musik beserta alat-alat musik bangsa Mesir diketahui berkat adanya monumen-monumen berupa prasasti seperti harpa-harpa dalam bentuk bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, lyragitarmandoling dan seruling tunggal maupun ganda. Pada makam-makam yang megah tertulis pada dindingnya riwayat kehidupan rumah tangga bangsa Mesir dan dari situ kita melihat bahwa seni musik mengambil peranan besar dalam mengiringi kebaktian seperti tari-tarian, ratapan pada kematian dan juga jamuan-jamuan makan.[3]

Musik Yunani (mulai tahun 1100 SM)

apa yang kita sebut bangsa Yunani dan bangsa yang menyebut dirinya Hellas, adalah bangsa yang sebagian besar berasal daru Indo-German. Hellas adalah putra dari Raja PhityeaA di Thessalia yang jadi mitos nenek moyang suku Hellas.[3]

Masa Mistis (sebelum 110 SM)

Seperti Bangsa-Bangsa Kuno yang lain, meyakini bahwa seni berasal langsung dari dewa-dewa. Dewa dan Pelindung kesenian adalah Apollo, yang ketika lahir merobek kain kain lampin yang bersulakan emas dan kemudian dibalutkan padanya oleh Dewa-Dewi kahyangan dan berteriak: "citara itu akan dipersembahkan padaku dan saya akan mengumumkan kemauan yang tak terpatahkan dari Zeus".

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisa Postur Stratejik Bakso Bandung Mas Bambang Tjahjar

Sejarah Flamenco oleh Bambang Tjahjar

Sejarah Bass oleh Bambang Tjahjar