Analisa Postur Stratejik Bakso Bandung Mas Bambang Tjahjar

 

B. Postur Stratejik

 

b.1 Visi dan Misi

Visi : Unggul dalam persaingan dengan perusahaan makanan cepat saji lainnya baik itu dalam segi produknya, popularitasnya dan sukses dalam mencapai target yaitu mampu memberikan cabang anak perusahaan ke seluruh nusantara dan dalam jangka panjang nanti mampu menempuh pangsa pasar luar negeri.

 

Misi :   Memberikan layanan terbaik bagi setiap konsumen

            Menjaga kualitas produk dengan menyediakan bahan baku unggulan

            Membuka usaha waralaba

 

b.2 Tujuan

Dalam beberapa tahun kedepan, Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” (selanjutnya ditulis dengan BAMBANG TJAHJAR) bertujuan untuk melebarkan pangsa pasarnya ke seluruh nusantara, dengan cara membuka bisnis waralaba sebagai media dalam mencapai tujuan tersebut. Tidak hanya itu, untuk jangka panjang, Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” ingin mencoba memasarkan produknya ke luar negeri.

 

b.3 Strategi

Strategi yang digunakan adalah diferensiasi produk. Maksudnya adalah, bakso yang ditawarkan oleh Bakso Bandung Special “Mas BAMBANG TJAHJAR” sangatlah beragam, mulai dari baso keju, baso cincang dan masih banyak lagi. Hal ini menjadikan ciri khas tersendiri sehingga dapat menjadi selling point yang kuat.

 

b.4 Kebijakan

Bakso Bandung Mas BAMBANG TJAHJAR memiliki kebijakan terkait pengembangan usahanya, yakni membuka kesempatan bagi para pengusaha muda untuk mencoba bisnis waralaba atau franchise dari Bakso Bandung Mas BAMBANG TJAHJAR. Hal ini juga dilakukan sebagai salah satu langkah  BAMBANG TJAHJAR dalam mencapai visi perusahaan.


C. Tata Kelola Perusahaan

 

c.1 Business ethic

BAMBANG TJAHJAR selalu menerapkan moto quality over quantity, dimana perusahaan ini selalu menggunakan bahan-bahan terbaik yang diperoleh langsung dari pasar tradisional dan juga dari pihak penjual yang sudah terjamin kualitas dan keamanan produk yang di supply, sehingga setiap jenis produk yang BAMBANG TJAHJAR jual, telah memilki standar mutu yang baik. Tidak hanya itu, kualitas pelayanan pun selalu menjadi prioritas utama BAMBANG TJAHJAR.

 

c.2 Code of conduct

Etika Kerja

BAMBANG TJAHJAR memberikan arahan secara khusus kepada para pegawainya untuk selalu bekerja dengan standar tinggi, mengedepankan kualitas baik bagi kepentingan perusahaan dan juga kepentingan konsumen. Pelatihan pun selalu diberikan sebagai bentuk tanggung jawab pemilik agar dapat memberikan produk-produk terbaik setiap harinya.

 

Komitmen terhadap hal-hal khusus

  • Pelaksanaan pengelolaan catatan, dokumen dan informasi yang akurat, tepat waktu dan dapat dipertanggung jawabkan.
  • Kewajiban untuk turut mengamankan dan menjaga, memelihara dan menggunakan harta benda Perusahaan dengan sebaikbaiknya sesuai dengan ketentuan.
  • Tidak mentolerir adanya praktek-praktek penjualan informasi dari orang dalam (insider trading) dan melakukan tindakan hukum atas pelaku insider trading.

 

D. Analisis Lingkungan Internal (Analisis Fungsi Bisnis)

 

d.1. Marketing

a. Product :

(+) BAMBANG TJAHJAR memiliki produk bakso yang sangat variatif mulai dari bakso keju, bakso  rudal, bakso bakar, bakso tomat, bakso atom dan masih banyak lagi, yang masih langka ditemui di tempat-tempat bakso lainnya.

 (+) Untuk melengkapi bakso tersebut, BAMBANG TJAHJAR juga menyediakan aneka jus dari buah-buahan segar, sehingga konsumen benar-benar sangat dimanjakan.

 

b. Price :

(+) Harga yang ditawarkan relative murah apabila dibandingkan dengan bakso-bakso yang telah memiliki nama besar

(-) Harga cenderung fluktuatif, mengikuti harga bahan baku daging sapi yang diperoleh dari pasar

 

c. Place :

(+) Bertempat di taman kopo indah, BAMBANG TJAHJAR memiliki tempat yang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas, sehingga pelanggan dapat menikmati bakso tanpa terganggu polusi dari kendaraan bermotor.

(-) Tempat relative terlalu jauh dari pusat kota, sehingga sulit untuk memperluas pangsa pasar yang ada.

 

d. Promotion :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan cara tradisional sebagai media promosi utama dengan membagikan brosur kepada masyarakat. Cara ini masih kurang efektif dalam menarik minat konsumen karena lingkupnya yang terlalu kecil.


d.2 Finance

a. Financing :

(-) Penggunaan modal pinjaman dari bank yang besar sebagai modal sangat beresiko bagi keberlangsungan usaha.

 

b. Investing :

(+) Operating income yang diperloleh digunakan untuk menambah asset-asset perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas produksi perusahaan


d.3 Operation

a. Design of good and services :

(+) Jenis produk yang ditawarkan oleh BAMBANG TJAHJAR sangat unik, dimana masih jarang kompetitor yang memiliki produk serupa, seperti bakso keju, bakso rudal dan lainnya.

(+) Kualitas pelayanan yang diberikan sangat baik, dimana setiap pegawai dilatih untuk menyambut pelanggan dan memberikan service yang memuaskan.

 

b. Managing quality :

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu melihat kondisi pasar dengan melalui berbagai macam media yang ada saat ini, hal ini dilakukan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen dari BAMBANG TJAHJAR.

(+) BAMBANG TJAHJAR memberikan pengawasan ketat terhadap keseluruhan proses produksi, mulai dari inbound hingga outbound. Alat-alat produksi pun selalu mendapatkan maintenance secara berkala, untuk mencegah menurunya kualitas produk.

 

c. Process and capacity design :

(-) BAMBANG TJAHJAR masih menggunakan alat-alat produksi secara tradisional yang dari segi efisiensi masih rendah apabila dibandingkan dengan kompetitornya.

(-) Tata letak fasilitas produksi pun masih belum terencana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari kondisi tempat produksi yang kurang tertata.


d. Location selection :

(+) Bertempat di TKI, BAMBANG TJAHJAR relative jauh dari hiruk pikuk lalu lintas kendaraan bermotor, sehingga pelanggan tidak terganggu oleh polusi kendaraan.

(-) Meskipun demikian, lokasi tersebut dianggap terlalu jauh dari pusat kota. Hal ini menyebabkan rendahnya minat masyarakat yang lokasinya jauh dari BAMBANG TJAHJAR untuk datang dan makan di sana.

 

e. Layout design :

(-) Desain tempat makan masih terkesan seadanya.

(-) Desain produksi masih belum terlalu memperhatikan aspek efisiensi.

 

f. Human resources and job design

(+) Penggunaan media internet sebagai media perekrutan dapat menjaring calon tenaga kerja yang lebih luas.

(+) Memberikan penghargaan “employee of the month” sebagai bentuk motivasi tambahan bagi para pegawai.

 

g. Supply-chain management

(+) Pembelian bahan baku yang berasal dari supplier tetap di pasar tradisional yang telah terjamin kualitasnya.

 

h. Inventory

(+) Proses penyimpanan bahan baku yang sangat teroganisir, mulai dari pembelian bahan mentah dari pasar, proses pengolahannya yang higienis hingga proses produksi. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas bahan baku bakso agar tetap fresh ketika dikonsumsi

 

i. Scheduling

(+) Pembelian bahan baku yang sudah terencana untuk produksi selama 1 minggu

 

j. Maintenance

(+) BAMBANG TJAHJAR selalu mengadakan maintenance terhadap alat-alat produksi yang digunakan secara rutin, paling tidak dalam 1 bulan dilakukan satu kali perawatan secara intensif.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Bass oleh Bambang Tjahjar

Sejarah Kajon (Cajon) oleh Bambang Tjahjar